Upaya dalam mendorong perempuan untuk lebih berani mengeksplorasi dunia digital dilakukan melalui berbagai pelatihan praktis. Mulai dari penggunaan aplikasi manajemen keuangan keluarga yang terintegrasi, pemanfaatan lokapasar (marketplace) untuk usaha rumahan, hingga edukasi mengenai keamanan data pribadi di dunia maya. Dharma Wanita menyadari bahwa di balik kemudahan teknologi, terdapat risiko yang nyata seperti penipuan daring dan penyebaran informasi hoaks. Oleh karena itu, membekali perempuan dengan kemampuan memfilter informasi adalah langkah perlindungan keluarga yang paling mendasar di era modern ini.
Konsep melek teknologi yang diusung bukan berarti semua perempuan harus menjadi ahli pemrograman atau teknisi komputer. Fokus utamanya adalah bagaimana teknologi dapat menjadi alat untuk mempermudah pekerjaan sehari-hari dan meningkatkan produktivitas. Di kota-kota besar yang sudah menerapkan sistem Smart City, perempuan diharapkan mampu menggunakan layanan publik digital secara mandiri, seperti melakukan pendaftaran sekolah anak, mengakses layanan kesehatan, hingga berpartisipasi dalam pengambilan keputusan di tingkat lingkungan melalui aplikasi aspirasi warga. Hal ini akan mengurangi ketergantungan dan mempercepat proses birokrasi di tingkat rumah tangga.
Selain itu, pemberdayaan ekonomi menjadi poin yang sangat ditekankan. Banyak anggota Dharma Wanita yang memiliki usaha kecil namun terkendala dalam hal pemasaran. Dengan penguasaan alat digital, mereka kini dapat melakukan promosi melalui media sosial dengan teknik yang lebih profesional dan jangkauan yang lebih luas. Transformasi digital ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan ekonomi keluarga. Di tahun 2026, keberhasilan Mendorong Perempuan tidak lagi hanya diukur dari kemampuannya mengurus rumah tangga secara tradisional, tetapi juga dari kemampuannya beradaptasi dengan kemajuan zaman demi kesejahteraan keluarga.
Tantangan terbesar dalam menjalankan program ini adalah kesenjangan akses teknologi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Namun, Dharma Wanita terus berupaya menjembatani celah ini dengan mendistribusikan materi pelatihan yang mudah dipahami dan memberikan bantuan pendampingan secara berkelanjutan. Sinergi dengan kementerian terkait dan sektor swasta juga diperkuat untuk memastikan infrastruktur digital dapat menjangkau seluruh anggota. Perempuan harus menjadi subjek, bukan sekadar objek dari kemajuan teknologi yang ada saat ini.
